Selasa, 09 Oktober 2018

Inilah Bahaya Sering Menahan Kentut

Menahan kentut hendaknya dihindari, kecuali jika Anda berada di tengah banyak orang.

Hanya saja yang penting diketahui yaitu terlalu sering menahan kentut bisa berbahaya. Pada dasarnya kentut merupakan udara yang terjebak di dalam perut.

Ilustrasi
Photo: https://pixabay.com

Jenis makanan seperti kol dan bawang putih mengandung karbohidrat yang cukup sulit terserap sempurna sehingga memicu pembentukan gas mengandung sulfur di dalam pencernaan. Hal inilah yang nantinya menyebabkan kentut berbau.

Umumnya orang kentut sebanyak 13-21 kali dalam sehari. Angka ini tergolong normal. Sebenarnya kentut dengan frekuensi normal menandakan sistem pencernaan berfungsi dengan baik.

Sesekali menahan gas (kentut) tampaknya tidak menimbulkan bahaya kesehatan, tapi tentunya Anda merasa tidak nyaman kan?

Hindari terlalu sering menahan kentut karena dampaknya bisa menyebabkan masalah pencernaan, perut kembung, perut tidak nyaman dan perut menjadi cenderung panas.

Terlalu lama dan sering menahan kentut bisa menyebabkan usus menggelembung (akibat penyumbatan gas). Hal ini bisa membahayakan bagian tubuh tersebut.

Menahan kentut berpotensi menyebabkan tekanan dari gas yang seharusnya dikeluarkan, gas nantinya berpencar (menuju) bagian-bagian lain di dalam tubuh.

Hal ini bisa berdampak buruk pada organ tubuh, salah satunya yaitu usus. Dimana penumpukan berlebih gas akan melemahkan dinding usus dan menyebabkan munculnya tonjolan di lapisan mukosa usus (diverticula).

Keadaan bisa sangat berbahaya jika kantong/tonjolan di lapisan mukosa usus tersebut bisa sampai menimbulkan infeksi.


Infeksi Diverticulosis
Diverticulitis adalah kondisi infeksi dimana sebelumnya terjadi kemunculan tonjolan di saluran pencernaan. Kondisi ini mengakibatkan rasa sakit pada perut, rasa mual (ingin mutah), demam dan gangguan BAB.

Bisa dikatakan infeksi diverticulitis diawali dari pembentukan kantung-kantung di lapisan usus besar.

Jika kantung atau tonjolan tersebut pecah menyebabkan limbah usus tumpah ke dalam perut, yang kemudian beresiko mengakibatkan peritonitis.

Peritonitis berpotensi mengancam jiwa, penyakit ini terjadi karena kebocoran di usus. Dampak gejala yang akan dirasakan akibat peritonitis yaitu rasa nyeri, demam, otot perut kaku, mual, dan muntah.

Penyakit Wasir
Kebiasaan menahan kentut beresiko menyebabkan penyakit wasir. Dimana menahan kentut akan membuat Anda tidak nyaman, serta menimbulkan tekanan atau gerakan berlebihan di bagian organ dubur.

Hal tersebut menyebabkan otot-otot di dubur menjadi tegang yang kemudian menyebabkan pelebaran pembuluh darah, hal inilah yang memicu wasir.

Wasir dapat dikatakan suatu masalah pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang membesar.

Dampak buruk lainnya dari menahan kentut yaitu resiko masuknya gas ke dalam pembuluh darah (yang ada di dinding usus), jika ini terjadi maka gas bisa menyebar ke seluruh tubuh, itu artinya tubuh keracunan gas.

Cara Mencegah Kentut Terlalu Bau

Dari laman berjudul apabila mengalami masalah bau kentut berlebihan maka hal pertama yang harus diperhatikan yaitu pola makan. Tubuh mungkin mengalami kesulitan memecah makanan tertentu, atau mengalami akumulasi belerang, bakteri atau ragi.

Secara umum, beberapa makanan “terburuk” penyebab gas yaitu:

Kacang
Kacang mengandung sejenis karbohidrat yang disebut polisakarida, yang mudah fermentasi begitu masuk ke usus.

Bakteri yang ada di usus hidup dari karbohidrat ini, yang menyebabkan fermentasi dan peningkatan gas.

Tapi Anda sebenarnya tidak perlu menghindari konsumsi kacang polong atau jenis kacang lainnya. Merendamnya semalaman sebelum dimasak membantu membuatnya lebih mudah dicerna.

Susu
Intoleransi laktosa merupakan masalah pencernaan yang umum terjadi. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa tubuhnya tidak mampu dengan sempurna untuk mencerna makanan yang mengandung susu, keju, yoghurt atau produk susu.

Susu dan produk susu mengandung konsentrasi tinggi laktosa yang sulit dipecah. Anda bisa membatasi konsumsi susu dan produk makanan mengandung susu.

loading...

Sayuran yang Mengandung Belerang
Beberapa jenis sayuran yang mengandung karbohidrat dan belerang cenderung menyebabkan gas berlebih seperti kembang kol, brokoli, kubis, kubis Brussel dan kale.

Batasi konsumsi jenis sayuran-sayuaran tersebut.

Tepung, Makanan Berserat Tinggi
Kurangi beberapa jenis makanan seperti kentang, biji-bijian, jagung dan buncis. Makanan-makanan tersebut walaupun kaya serat tetapi bisa meningkatkan gas.

Jenis makanan lainnya yang konsumsinya perlu dikurangi:
  • Makanan yang juga sulit dipecah di pencernaan yaitu bawang, bawang putih, gandum, susu, kacang polong. 
  • Makanan olahan dan berlemak tinggi.

Hal Lainnya

Jenis utama gas yang terperangkap di dalam tubuh dan menyebabkan perut kembung adalah nitrogen. Nitrogen menyumbang sekitar 20-90 persen dari semua gas yang menyebabkan kentut. Jenis gas lainnya yaitu hidrogen, karbondioksida, metana dan oksigen.

Beberapa senyawa yang terkait belerang berkontribusi pada intensitas bau kentut seperti hidrogen sulfida, dimetil sulfida dan metanethiol.

Adapun beberapa penyebab gas menumpuk di dalam tubuh yaitu:
  • Sering menelan udara
  • Perubahan mikroflora
  • Konstipasi
  • Intoleransi makanan
  • Gangguan pencernaan
  • Fermentasi bakteri di dalam usus

Sabtu, 06 Oktober 2018

Penyebab Angin Duduk Serta Penanganannya

Angin duduk umumnya ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada dada, hal ini terjadi karena minimnya/terhambatnya aliran darah untuk otot-otot jantung.

Pengerasan/penyempitan pembuluh darah menjadi penyebab terhambatnya pasokan darah. Tidak jarang kemunculan angin duduk secara mendadak.

Bahkan angin duduk bisa menyebabkan penderita dalam kondisi yang parah. Pada sebagian kasus, serangan angin duduk menyebabkan penderitanya mengalami kematian dalam 15 menit saja.

Ilustrasi
Photo credit: Shutterstock.com / By leungchopan

Dalam istilah kedokteran, angin duduk ini sama dengan Sindrom Jantung Koroner Akut. Penderita serangan ini bisa meninggal dalam 15-30 menit.

Hal yang cukup mengherankan, serangan angin duduk dapat terjadi pada seseorang yang terlihat sehat dan bugar, bahkan sedang bekerja.

Oleh karena itu, permasalahan angin duduk ini harus diperhatikan dengan sangat serius.

Apabila dada tiba-tiba terasa sangat nyeri, maka hendaknya menghentikan aktivitas fisik lalu segera hubungi dokter. Sesegera mungkin pergi ke dokter, tidak boleh lebih dari 15 menit sejak awal kemunculan serangan.

Gejala angin duduk yaitu:
  • Nyeri dada.
  • Nyeri juga berpotensi menjalar ke bagian leher, lengan kiri, rahang, dan punggung.
  • Pusing.
  • Rasa mual.
  • Tubuh terlalu mudah lelah (sering lemas).
  • Sesak napas.
  • Gelisah.
  • Keluar keringat yang terlalu banyak (tidak wajar).

Walaupun tidak semua nyeri dada disebabkan penyakit jantung, tapi berhati-hati adalah hal yang harus diterapkan dalam diri Anda.

Terjadinya angin duduk akibat penyempitan pada pembuluh koroner. Dampak angin duduk menjadi lebih berbahaya akibat beberapa hal di bawah ini:
  • Sering mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi. Penumpukan kolesterol di dalam tubuh menyebabkan terhambatnya aliran darah ke jantung.
  • Tekanan darah yang tinggi (hipertensi).
  • Sering stres atau banyak pikiran.
  • Kebiasaan buruk merokok.
  • Berat badan berlebih (obesitas).
  • Malas berolahraga


Diagnosis Angin Duduk oleh Dokter

Saat pergi ke dokter, beberapa pertanyaan yang mungkin diajukan dokter yaitu:
  • Gejala apa saja yang dikeluhkan pasien?
  • Apakah pasien memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok, minum-minuman beralkohol, sering mengonsumsi makanan berlemak, dll?
  • Apakah ada anggota keluarga pasien yang mempunyai riwayat penyakit jantung?

Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tes urin, hingga cek darah.

Tes urin bertujuan untuk mengetahui kondisi ginjal, hal itu karena terdapat beberapa jenis obat angin duduk yang tidak boleh dikonsumsi penderita penyakit ginjal.

Jika diperlukan dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti elektrokardiogram (EKG), tes ketahanan jantung (Exercise Tolerance Test), ekokardiogram, skintigrafi jantung, X-ray dada (rontgen), CT scan jantung, dan Angiografi pembuluh darah koroner.

Pengobatan Angin Duduk

Tujuan pengobatan angin duduk untuk mengurangi munculnya gejala yang dikeluhkan penderita, serta mencegah terjadi serangan angin duduk, yang dapat menyebabkan kematian.

Penderita angin duduk harus menjalani pola hidup sehat dan membuang segala kebiasaan buruk.

Konsumsilah makanan bergizi seimbang. Anda perlu mengonsumsi makanan kaya serat yang banyak terkandung di dalam sayuran dan buah-buahan.

Penderita harus menghindari stres, jangan merokok, jangan nimum-minuman keras. Selain itu hindari mengonsumsi makanan secara berlebihan (apalagi makanan berlemak jenuh).

Adapun obat yang mungkin diresepkan dokter untuk mengatasi dan mencegah kambuhnya angin duduk yaitu:

Obat-Obatan Nitrat
Diresepkan untuk mengobati gejala angin duduk, serta untuk pencegahan jangka panjang. Obat ini bekerja dengan cara melemaskan pembuluh darah, yang nantinya bertujuan agar darah bisa mengalir lancar menuju jantung. Salah satu jenis obat nitrat yaitu glyceryl trinitrate.

Obat Penghambat Beta
Jenis obat ini bekerja untuk menangkal efek hormon adrenalin yang bertujuan agar menghindari tekanan darah yang terlalu tinggi, sehingga beban jantung tidak lagi berat.

Penggunaan beta blocker diharapkan dapat meredakan gejala angin duduk (termasuk mencegahnya).

Obat-Obatan Pencegah Pembekuan Darah
Penggunaan obat ini bertujuan untuk memisahkan kepingan-kepingan darah, mencegah terjadinya penggumpalan darah.

Obat Penghambat Saluran Kalsium
Penggunannya bertujuan untuk melancarkan aliran darah, yang melemaskan sel-sel otot di dalam dinding pembuluh darah.

Nicorandil
Obat ini umumnya diresepkan pada orang-orang yang tidak dapat mengonsumsi obat penghambat saluran kalsium. Obat ini bekerja dengan cara melebarkan arteri koroner untuk melancarkan aliran darah pada jantung.

loading...

Ivabradine
Obat ini berfungsi seperti halnya obat penghambat beta. Ivabradine dijadikan alternatif jika pasien tidak boleh mengonsumsi obat penghambat beta (karena masalah tertentu).

Ranolazine
Obat ini bekerja untuk melemaskan otot-otot jantung dan memperlancar aliran darah. Obat ini tidak memengaruhi ritme detak jantung.

Jenis obat lainnya yang mungkin diresepkan dokter karena kondisi tertentu yaitu statin, aspirin, dan obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor).

Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin akan mempertimbangkan tindakan operasi.

Pencegahan Angin Duduk

Untuk mencegah angin duduk maka sangat penting untuk menjalani pola hidup yang sehat. Selain mencegah, hal ini juga sangat penting untuk mengurangi tingkat keparahan gejala angin duduk.

Anda harus memiliki asupan makanan yang sehat untuk jantung. Makanan yang sehat untuk jantung harus mengandung serat yang cukup.

Hindari makanan yang berbahaya untuk jantung, seperti makanan yang tinggi kandungan garam. Terlalu banyak mengonsumsi garam memicu tekanan darah tinggi.

Jenis makanan lainnya yang perlu dihindari yaitu gorengan, jeroan dan santan. Selain itu hindari rokok dan minuman keras.

Angin Duduk Tak Akan Sembuh Pakai Cara Kerokan

Angin duduk yang dalam bahasa medis disebut angina, bukanlah disebabkan oleh masuk angin yang diobati dengan dikerok.

Angin duduk ternyata merupakan gejala yang berhubungan dengan penyakit jantung. dr.Jetty Sedyawan, Sp.JP (K), dari Yayasan Jantung Indonesia mengatakan bahwa banyak yang salah paham mengenai angin duduk.

Dijelaskan oleh dr.Jetty Sedyawan bahwa angin duduk sebenarnya hanya istilah orang-orang awam, disebut seperti itu oleh orang awam karena rasanya seperti masuk angin. Jika dipijat atau dikerik rasa seperti masuk angin tersebut tidak bisa hilang. Dimana sebenarnya yang terjadi adalah gejala penyakit jantung.

Oleh karena itu jangan salah kaprah lagi, angin duduk tidak akan sembuh pakai cara kerokan.

Referensi:
Alodokter (alodokter.com). Angin Duduk. Diakses: 6 Oktober 2018.
Efendi, Indan Kurnia. Tribun Jabar (tribunnews.com). 2018. Banyak yang Salah Kaprah, Angin Duduk Tak Akan Sembuh Pakai Cara Kerokan, Ini Fakta Gejalanya. Diakses: 6 Oktober 2018.

Selasa, 02 Oktober 2018

7 Langkah Mengatasi Trauma pada Anak

Anak-anak yang mengalami trauma harus mendapatkan perhatian khusus. Hal ini sangat penting agar traumanya tidak berkelanjutan.

Trauma bisa dalam bentuk permasalan fisik dan psikologis, yang sebenarnya keduanya saling terkait.

Trauma Anak
Photo: https://www.af.mil/News/Article-Display/Article/125353/kabul-airman-brings-gifts-smiles-to-local-children/

Trauma akan menimbulkan dampak psikologis yang parah. Terjadinya trauma pada anak bisa disebabkan oleh:
  • Kasus bulying.
  • Mengalami kekerasan fisik.
  • Mengalami kekerasan s*ksual.
  • Mengalami bancana alam yang dahsyat.
  • Lainnya.

Bahayanya jika anak terus dihantui rasa trauma yaitu dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Hal ini nantinya akan sangat terasa ketika anak kelak sudah dewasa.

Gejala trauma pada anak, yaitu:
  • Anak susah tidur.
  • Muncul rasa ketidakpercayaan diri pada anak.
  • Anak mulai menutup diri dan tidak mau bergaul dengan teman-teman sebayanya.
  • Anak mulai tidak percaya kepada orang dewasa (seperti orang tua, paman, bibi, dll)
  • Anak menarik diri dari aktivitas yang sebelumnya disukainya.
  • Anak sulit untuk dihibur (sering muram atau cemberut).
  • Anak mengalami ledakan emosi yang sulit dikontrolnya, atau sebaliknya yaitu anak mengalami kekosongan emosi.

Pada balita (atau anak di bawah usia 5 tahun) yang mengalami trauma, gejala yang biasanya ditimbulkan yaitu ketakutan, sering terlihat gemetaran, menangis atau berteriak (secara tidak wajar atau tanpa penyebab), terlalu pendiam.

Pada anak berusia 6-12 tahun yang mengalami tramua, gejalanya yaitu sangat pendiam, mengisolasi diri, mudah marah (sensitif), gangguan tidur.

Reaksi anak terhadap trauma bisa terlihat secara langsung ataupun suatu saat nanti akan terlihat. Selain itu, keparahan trauma juga bertingkat-tingkat.

Anak yang memiliki masalah gangguan mental, dimana pernah mengalami trauma, dan tidak mendapatkan support dari lingkungan, maka beresiko tinggi mengalami dampak trauma yang parah.


Menanggulangi Trauma pada Anak

Mengatasi trauma pada anak sangatlah penting, sehingga orang tua dituntut untuk perhatian pada anak. Ajaklah anak untuk melakukan hal-hal rutin bersama seperti menonton TV, makan, bermain sesuatu, dll. Hal ini nantinya membuat anak merasa lebih nyaman, aman dan merasa diperhatikan oleh orang tuanya.

Trauma pada anak menjadikan orang tua harus menyediakan waktu lebih banyak untuk menemani anak. Selain itu, hindarkan berbagai hal yang bisa memicu kambuhnya rasa trauma anak.

Dengarkan cerita anak dan pahami perasaan mereka, ucapkanlah perkataan yang mudah dimengerti anak dan gunakan kata-kata yang membuat anak nyaman, serta jangan ucapkan sesuatu yang membuat anak takut.

Dengarkan Anak

Ketika anak berbicara maka dengarkan dengan seksama, hindari menyela, suka menyalahkan ataupun tidak menghargai perkataan anak.

Dengarkan apa yang diungkapkan anak Anda untuk menggali informasi, sehingga Anda bisa mengetahui kondisi anak secara akurat. Hal ini penting agar orang tua bisa memberikan terapi dan sikap yang tepat pada anak.

Kemampuan orang tua dalam mendengarkan sangatlah penting dalam mengatasi trauma anak. Berikan perhatian penuh pada anak, hindari menghakimi atau mengecilkan perkataan anak, betapapun konyol dan tidak logisnya perkataan anak.

Yakinkan Anak

Kejadian buruk tertentu akan menimbulkan rasa tidak aman pada anak. Sehingga sangat penting agar orang tua meyakinkan anak bahwa keadaan akan membaik.

Tumbuhkan rasa percaya anak pada orang tuanya. Dengan begitu, sangat penting agar orang tua (terutama Ibu) selalu dekat dengan anaknya.

Selain itu, orang tua perlu mendorong anak untuk mengungkapkan perasaannya. Hal ini penting agar orang tua bisa mengetahui kondisi pemahaman anak terhadap kejadian yang dilaluinya.

Orang tua harus membuat anak senyaman mungkin, sehingga anak mau terbuka untuk menceritakan tentang segala kondisinya.

Dengan mengetahui kondisi anak secara akurat, sehingga orang tua bisa lebih mudah untuk meluruskan segala salah pengertian yang ada di benak anak.

loading...

Pastikan Anak Mendapatkan Kasih Sayang yang Cukup

Jika anak merasakan kelembutan dan kasih sayang dari orang tuanya, maka rasa trauma anak nantinya secara perlahan akan memudar.

Hal inilah yang menjadikan anak-anak yang pernah mengalami trauma membutuhkan perhatian khusus dari orang di sekelilingnya.

Sediakan waktu untuk membangun ikatan secara emosional dengan anak. Selain itu buatlah jadwal rutinitas keseharian anak, hal ini untuk membantu anak dalam melewati rasa traumanya dengan cara kembali pada rutinitasnya sehari hari.

Biarkan Anak Menangis (Jangan Dipaksa Berhenti)

Ketika anak mengalami kejadian yang tidak mengenakan menurutnya, maka reaksi pertama yang dilakukan anak adalah menangis.

Penting diketahui oleh para bunda, menangis merupakan cara anak menyalurkan emosinya untuk menenangkan gejolak yang ada di dalam hatinya.

Sehingga orang tua hendaknya membiarkan anak menangis beberapa saat, sehingga nantinya emosinya mereda dan hatinya mulai tenang.

Dengan begitu, orang tua tidak perlu memaksa anak berhenti menangis. Dalam kondisi tertentu, menangis bisa menjadi hal yang sangat baik (khususnya pada anak-anak).

Menangis ternyata juga dapat mengurangi ketakutan yang dialami anak.

Memberi Hal yang Disenangi Anak

Untuk memperbaiki mental anak yang mengalami trauma, selain memberikan dukungan dan motivasi pada anak serta menemani anak. Cara efektif lainnya untuk mengatasi trauma anak yaitu dengan memberikan hadiah atau hal yang disenangi anak.

Dengan memberikan hiburan dan rasa senang pada anak, maka hal ini membantu anak untuk melupakan kejadian atau trauma yang pernah dialaminya.

Sebagai penutup, ingatlah beberapa point utama yang perlu dilakukan orang tua: (dalam mengatasi trauma anak)
  • Kasih sayang dan waktu berkualitas untuk anak
  • Rasa aman dan nyaman pada anak
  • Buatlah anak senang dengan cara memberinya hadiah.